This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 25 Maret 2014

MENGEJA INDONESIA

MENGEJA INDONESIA

Agustus tahun ini negeri ini akan tepan berenam9 dari hari proklamasinya, saya kurang setuju kalau Agustus enam9 tahun yang lalu disebut kelahiran negeri ini, mengapa?

Simpel saja, negeri ini sudah ada sebelum para penjajah datang, walau pada masa itu maih belum seperti sekarang. Namun, kejayaan Majapahit tidak boleh disepelekan begitu saja, gembar-gembor kejayaan inilah yang secara tidak langsung menjadi acuan untuk men-satu-kan 17.508 buah pulau yang menyebar terletak di antara 6º LU – 11º LS dan 95º BT - 141º BT, antara Lautan Pasifik dan Lautan Hindi, antara benua Asia dan benua Australia, dan pada pertemuan dua rangkaian pergunungan, iaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterranean. Our country is Amazing... :) seriusss...

Untuk mengunjungi sekian ribu pulau tersebut dibutuhkan waktu yang cukup lama, dan cukup dan tentunya :D


Namun, tak semua orang tahu itu, 75% isi media hanya membahas kota-kota besar di negeri ini dengang semoa boroknya. Hanya sedikit porsi bagi sekian ribu pulau tersebut untuk diekspose ke permukaan. Angka ini lah yang menyebabkan pesimisme, bahwa negeri ini sudah habis.

Waktunya BERUBAH

Kenapa kita harus repot dengan mereka yang mengeja INDONESIA menjadi ENDONESA? Biarkan sajalah mereka-mereka ini, karena masih lebih baik ber-ENDONESA, dari pada meng-INDONESIA tapi makan uang rakyat.

Kita harus tanamkan, Indonesia, bukan hanya Jakarta, Bandung, atau kota-kota besar lainnya, Indonesia punya Raja Ampat, punya Halmahera, punya Bawean, dan semua pulau itu punya keidahan tersendiri bung… :)

Saya memang belum pernah kesemua pulau tersebut, tapi saya pernah ke Bawean, :D , Bawean itu indah, agak panas sih, tapi nbagi kamu yang hobi offroad, kamu musti nyantumin Bawean sebagai jalur perjalanan kamu :) , dijamin kamu bakal nagih… Belum lagi masyarakat disana baik-baik.

:)

Mari....

Indonesia, Endonesa, Indosia, apapun ejaanmu, negeri ini masih dan tak akan berakhir, sampai akhir menutup mata.

26 Maret 2014
Dzul FN

Senin, 24 Maret 2014

YANG TAK TERTULIS

YANG TAK TERTULIS

Negara ini tidak diperjuangkan oleh 2-3 orang saja, atau orang-orang yang fotonya ada di dinding sekolah, atau terlukis di uang kertas. Lebih dari itu, TIGA50 tahun dan tiap harinya ada nyawa yang meregang demi sebuah kata "MERDEKA".
Mereka juga pejuang, dan bisa jadi tanpa mereka yang tak tertulis namanya di buku-buku sejarah, nama seperti Jendral Sudirman dkk, tidak bisa mengantar negeri ke gerbang kemerdekaan REPUBLIK INDONESIA.
Dalam sudut pandang saya, harus ada 1 hari khusus dimana kita mengenang mereka yang gugur dan tidak tertulis ini, di luar bulan Agustus. Kenapa?
Bulan agustus terlalu ramai, terlalu berbau kepentingan, dan perlu diingat, mereka yang mati ini tak butuh hiburan yang meramaikan Agustus-an dan di sudut lain masih banyak yang sulit untuk makan.
Mereka butuh do'a, mereka ingin melihat arti kemerdekaan yang sesungguhnya, kemerdekaan tanpa jeritan keleparan, kemerdekaan yang bebas dari keserakahan.
Sudahkah kita lakukan itu semua?
:)
Yup, kita sering terlarut dalam kemerdekaan yang diperspektifkan semua orang, pesta pora ditengah musibah disudut lainnya. Menghias jalan, sementara masih banyak yang tercecer di jalan. Lomba-lomba digelar dengan hadiah berlimpah ruah, sementara ada yang berlomba mengais makanan di tempat sampah.
INGAT!!! tidak semua bisa menikmati kemerdekaan dalam perspektif umum ini, bahkan mereka yang mati.
Mereka tak butuh lagu-lagu yang tidak karuan, mereka tidak butuh joged-joged yang tak jelas, mereka tak butuh pesta pora penghamburan uang. Mereka butuh do'a dan kemerdekaan yang merata, kemerdekaan yang mereka perjuangkan, bukan kemerdekaan yang telah kita salah artikan
Untuk mereka yang tertulis dan tidak tertulis, semoga diterima diharibaan Nya...

#MasihIndonesia
25 Maret 2014

Dzul FN

TIGA50











TIGA50

“Kita dirikan Indonesia bukan dibawah sinar rembulan, tapi dibawah palu godam & di dalam api peperangan” – Bung Karno

“Hanya ada 1 negara yg pantas menjadi negaraku, ia tumbuh dengan perbuatan, perbuatan itu adalah perbuatanku”- Bung Hatta

Republik Indonesia memang bukan negara yg sempurna, mungkin takkan pernah sempurna. Tapi Indonesia adalah negeri yg luar biasa, & akan tetap luar biasa


Butuh perjuangan keras untuk mendirikan Negeri ini, sekian nyawa harus meregang, dan begitu banyak anak yang terpaksa yatim dan tangisan istri yang menjadi janda.
Dan setelah 69 tahun Bung Karno ber-PROKLAMASI dan setelah 350 tahun para simbah kita berperang melawan penjajah, kita sedang dihadapkan penjajahan baru, dengan metode yang prosedural, yang juga tak segan menghalalkan darah. Serangannya tanpa rudal atau bom atom, tapi ini lebih parah. Ya, moral bangsa ini sedang dalam kondisi kritis yang sangat parah, tak ada sehari tanpa berita, tawuran, pembunuhan, pemerkosaan, dan yang wajib tampil di media adalah KORUPSI.
Ada yang salah dengan Indonesia?
Tidak, :) Indonesia tidak salah, yang salah adalah manusianya.


“Kunci memajukan Indonesia pada manusianya”- Anis Baswedan (Pelopor Indonesia Mengajar)


Ya, manusianya, manusianyalah yang harus dibenahi agar Tiga50 tahun tidak menjadi harapan kosong. Sebuah perubahan besar harus dilakukan, tak perlu revolusi, karena


"Revolusi hanya akan memakan korban, dan pelaku busuknya akan tetap berkeliaran"- JE Sahetapy


Kalau kita mau membuka lebar pandangan kita, harapan untuk Indonesia masih ada di tengah krisis moral yang sangat parah ini.
Masih banyak para pemuda yang energinya disalurkan utnuk kegiatanh yang positif, dari sekedar lempar botol ataupun lempar kartu. Masih ada pemimpin kita, yang jujur, yang mungkin tak pernah terekspose media. Masih ada para bapak yang bekerja dengan jujur demi anak-anaknya. Dll...
INDONESIA BELUM BERAKHIR, :) kita hanya sedang ada di masa TIGA50 tahun, bedanya kita terlahir bukan di tengah rudal yang berkeliaran, tapin di tengah moral yang perlu perbaikan.
Rasulullah bersabda

ابْدَأْ بِنَفْسِكَ
"mulailah dari dirimu sendiri"
Yup, lets we begin from our self to re build the caracter of our country, demi TIGA50 yang diperjuangkan oleh para leluhur bangsa ini.


#MasihIndonesia
24 Maret 2014
Dzul FN