YANG TAK TERTULIS
Negara ini tidak diperjuangkan oleh 2-3 orang saja, atau orang-orang yang fotonya ada di dinding sekolah, atau terlukis di uang kertas. Lebih dari itu, TIGA50 tahun dan tiap harinya ada nyawa yang meregang demi sebuah kata "MERDEKA".
Mereka juga pejuang, dan bisa jadi tanpa mereka yang tak tertulis namanya di buku-buku sejarah, nama seperti Jendral Sudirman dkk, tidak bisa mengantar negeri ke gerbang kemerdekaan REPUBLIK INDONESIA.
Dalam sudut pandang saya, harus ada 1 hari khusus dimana kita mengenang mereka yang gugur dan tidak tertulis ini, di luar bulan Agustus. Kenapa?
Bulan agustus terlalu ramai, terlalu berbau kepentingan, dan perlu diingat, mereka yang mati ini tak butuh hiburan yang meramaikan Agustus-an dan di sudut lain masih banyak yang sulit untuk makan.
Mereka butuh do'a, mereka ingin melihat arti kemerdekaan yang sesungguhnya, kemerdekaan tanpa jeritan keleparan, kemerdekaan yang bebas dari keserakahan.
Sudahkah kita lakukan itu semua?
:)
Yup, kita sering terlarut dalam kemerdekaan yang diperspektifkan semua orang, pesta pora ditengah musibah disudut lainnya. Menghias jalan, sementara masih banyak yang tercecer di jalan. Lomba-lomba digelar dengan hadiah berlimpah ruah, sementara ada yang berlomba mengais makanan di tempat sampah.
INGAT!!! tidak semua bisa menikmati kemerdekaan dalam perspektif umum ini, bahkan mereka yang mati.
Mereka tak butuh lagu-lagu yang tidak karuan, mereka tidak butuh joged-joged yang tak jelas, mereka tak butuh pesta pora penghamburan uang. Mereka butuh do'a dan kemerdekaan yang merata, kemerdekaan yang mereka perjuangkan, bukan kemerdekaan yang telah kita salah artikan
Untuk mereka yang tertulis dan tidak tertulis, semoga diterima diharibaan Nya...
#MasihIndonesia
25 Maret 2014
Dzul FN
Senin, 24 Maret 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar